Wisata Manado...
Manado merupakan ibukota dari propinsi Sulawesi Utara. Nama Manado diambil dari kata “Mana Dou” yang dalam bahasa Minahasa artinya “di jauh” (http://id.wikipedia.org/wiki/Manado). Kota ini merupakan daerah perbukitan dan pegunungan dan memiliki garis pantai yang sangat panjang yaitu hingga 18,7 km.
Banyak sekali potensi wisata yang ada di Sulawesi Utara, sebut saja Suaka Margasatwa Bitung dimana kita dapat melihat satwa langka Tarsius (Tarsius tarsier), Pulau Manado Tua, Danau Tondano, gunung berapi di Tomohon, dan yang paling terkenal adalah Taman Nasional Laut Bunaken.
Taman Nasional Bunaken merupakan kawasan konservasi laut yang diperuntukkan guna melindungi ekosistem laut Bunaken. Bunaken menjadi tempat diving dan surfing favorit bagi turis domestik maupun asing. Keanekaragaman biota lautnya seperti terumbu karang, padang lamun, dan mangrove menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan. Bunaken juga menjadi habitat bagi satwa-satwa langka yang dilindungi seperti Dugong (Dugong-dugong), Paus, dan Lumba-lumba. Informasi lengkap mengenai Taman Nasional Bunaken silahkan klik disini.
Pemandangan Bunaken juga dapat disaksikan dari seberang pantai di kota Manado, yaitu tepatnya di tempat wisata mangrove trail yang berada di belakang Hotel Santika Manado. Dibawah ini adalah foto-foto yang saya ambil dari mangrove trail belakang Hotel Santika Manado.
Pada tahun 1998 tak jauh dari Laut Bunaken, tepatnya di dekat perairan Pulau Manado Tua, secara tak sengaja seorang nelayan setempat menangkap seekor ikan fosil tua yang diyakini telah punah puluhan juta tahun yang lalu yaitu Coelacanth (Latimeria menadoensis). Oleh para nelayan setempat ikan tersebut dijuluki sebagai Ikan Raja Laut. Ternyata beberapa nelayan setempat pernah beberapa kali menjaring ikan fosil ini.
Ikan Fosil Coelacanth |
Anakan Maleo |
Tidak hanya Taman Nasional laut, tepat di perbatasan administratif antara Sulawesi Utara dengan Gorontalo, terdapat Taman Nasional terrestrial yaitu Bogani Nani Wartabone (TNBNW). Untuk mencapai ke kawasan ini, dibutuhkan perjalanan berat sekitar 7 jam dengan mobil. Kenapa saya katakan perjalanan berat? Karena anda akan melewati jalur jalan gunung yang berkelok-kelok, menukik, penuh tikungan dan tanjakan. Lebih dari 1.000 spesies flora dan fauna tumbuh di kawasan ini. Disini anda dapat menemukan spesies satwa endemik kawasan ini yaitu Monyet Dumoga Bone (Macaca nigrescens).
Kandang Penangkaran Maleo |
Selain itu, TNBNW memiliki kandang penangkaran untuk burung endemik Sulawesi yaitu Maleo (Macrochepalon maleo). Informasi mengenai TNBNW lebih jauh silahkan klik disini.
Di Manado, tentu saja anda juga dapat berwisata kuliner dengan makanan khasnya seperti Tinutuan atau yang kita sebut bubur Manado, Cakalang Fufu, ikan bakar dengan sambal dabu-dabu, Paniki (tentu saja yang ini saya tidak berani mencoba), dan jajanan khas Manado yaitu klaapertart. Kue klaapertart memang sudah banyak dijual di pasaran, akan tetapi yang ada di Manado ini rasanya sangat khas sekali, mungkin kelapanya yang berbeda ya.
Sekian dulu cerita saya kali ini, tunggu artikel berikutnya ya... ^_^