Pemandangan di Pantai Talise |
Palu merupakan ibu kota Sulawesi Tengah. Kota ini memang tidak terlalu besar seperti Makassar, akan tetapi pada masa pemerintahan Hindia Belanda, Sulawesi Tengah terkenal sebagai pusat pemerintahan raja-raja yang dikenal dengan sebutan Tujuh Kerajaan di Timur dan Delapan Kerajaan di Barat.
Jika anda mengunjungi kota Palu, anda akan dapat menikmati river tour atau wisata sungai dan wisata danau. Danau-danaunya yang terkenal yaitu Danau Lindu yang tepat berada dalam kawasan konservasi Taman Nasional Lore Lindu dan Danau Poso yang terletak di Kabupaten Poso.
Namun tepat di tengah kota Palu, anda akan dapat menikmati pemandangan lanskap yang luar biasa dari Jembatan Palu IV yang berada tepat dibawah Pantai Talise, Teluk Palu. Saat pertama kali saya melihat jembatan ini, sesaat saya teringat dengan jembatan Golden Gate di USA, walaupun ukurannya sangat jauh berbeda. Jembatan ini merupakan jembatan lengkung terbesar pertama di Indonesia, dan ketiga di dunia setelah Jepang dan Perancis. Informasi lebih lengkap silahkan klik disini.
Jembatan Palu IV |
Teluk Palu |
Taman Nasional Lore Lindu merupakan salah satu kawasan konservasi di Sulawesi Tengah yang lokasinya terletak di garis Wallacea. Kawasannya meliputi Kabupaten Donggala, Poso. Objek wisata yang tersedia di kawasan ini diantaranya yaitu Danau Lindu, Danau Tambing, bumi perkemahan Saluki, dan Lembah Napu yang terdapat patung batu megalith.
Satwa-satwa endemik yang berhabitat di kawasan ini yaitu Anoa dataran tinggi (bubalus quarlesi), Anoa dataran rendah (bubalus depressicornis), Monyet Hitam Sulawesi (Macaca Nigra), Babirusa (Babyrousa babirussa), dan Maleo (Macrochepalon maleo). Untuk informasi lebih lanjut mengenai Taman Nasional Lore Lindu anda dapat di klik disini.
Selain berwisata, di kota Palu anda juga dapat menikmati panganan khasnya yaitu Sop Kaledo. Kaledo sendiri merupakan singkatan dari Kaki Lembu Donggala. Jadi bisa anda bayangkan di benak anda, seberapa banyak porsi dari sop ini, mengingat ukuran tulang kaki Lembu yang besar. Sop ini disajikan dengan rasa asam yang pedas, serta dimakan dengan ubi rebus. Mungkin kalau di Jawa Tengah, rasa sopnya mirip dengan rasa sayur asem-asem daging sapi. Untuk oleh-oleh, anda bisa membawa pulang bawang goreng khas Palu yang gurih.
Sampai jumpa di artikel berikutnya :).
1 komentar:
Kota Palu dua kali lebih luas daripada Makassar
Posting Komentar